Cerita Tradisi Gresik Oleh Onomastika

 Cerita Tradisi Gresik Oleh Onomastika

Menyambut Bulan Suci Ramadan Tahun 2021, Onomastika dan Narasinema berkolaborasi kembali dengan membuat video musik lagu Damar Kurung dimana lagu ini merupakan lagu pertama yang ditulis menggunakan bahasa Jawa. Sebelumnya, sudah ada dua video musik Onomastika yang digarap bersama rumah produksi asal Gresik yang bergerak di bidang audio visual ini, yaitu lagu Hujan Pertama dan Hening.

Damar Kurung merupakan salah satu ikon budaya Kabupaten Gresik yang telah ditetapkan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai Warisan Budaya tak benda pada tahun 2017. Hal itu tidak lepas dari peran seorang Maestro bernama Mbah Masmundari, yang berhasil mengilustrasikan kebudayaan masyarakat Gresik dalam lukisan dua dimensi yang salah satunya adalah tradisi Padusan.

Umumnya padusan dikenal sebagai tradisi pensucian diri masyarakat Jawa jelang Ramadhan. Namun di Gresik, Padusan lebih dikenal sebagai ziarah ke makam kerabat dan keluarga dekat menjelang Ramadan serta beberapa hari sebelum lebaran.Secara visual ingin menunjukkan bahwa Damar Kurung mampu merangkum berbagai cerita dan tradisi pesisir Gresik. Meminjam salah satu dari konsepnya, yang kami visualkan adalah tradisi padusan Kata Ananda Shandy, founder Narasinema yang juga menyutradari video musik ini.

Selain sebagai pengingat bahwa semua dari kita akan ‘kembali’, melalui video musik ini, Onomastika dan Narasinema ingin menunjukkan sisi lain dari momen kebersamaan masyarakat Gresik ketika padusan. Di tengah keramaian masyarakat yang berbondong-bondong berziarah ke makam, kelompok musik yang turut terjun langsung dalam proses penggarapan video musiknya ini merasa ada orang-orang yang tidak mendapat kesempatan mengunjungi makam bersama kerabat atau keluarga karena merantau atau memang sebatang kara.

Menjelang Ramadhan bukan menjadi satu-satunya alasan video musik ini digarap dengan tema padusan. Beberapa tahun lalu di Gresik bagian utara, sempat ramai perihal makam tumpuk sebab tanah pemakaman overload, sehingga tatanan makam yang sudah berhimpit itu memiliki kemungkinan untuk ditumpuk sebagai makam baru. Belum lagi dengan yang telah lupa letak makam kerabatnya.Saya membayangkan, bagaimana jika kita tidak pernah bisa menemukan tanah makam kerabat kita? Meskipun berdoa bisa dilakukan di mana pun, namun akan berbeda rasanya saat kita tahu di mana letak jenazah keluarga dikuburkan,” Ucap Ida Onomastika sebagai penulis skenario.

Video Musik Damar Kurung telah tayang di kanal Youtube Onomastika Musik.

Related post