Kritikan Superior Oleh Woodplane

 Kritikan Superior Oleh Woodplane

Setelah sukses dengan single ballad mereka “Nuraga” pada Januari lalu, Woodplane seperti kehilangan kritik sosial dan kehilangan teriakan lantang mereka. Mencoba berdamai dengan diri sendiri dan berhenti untuk “mengutuk” keadaan membuat sisi melankolis Tomy (vokal/gitar), Thewa (gitar), Bintang Pijar (bass), Okky Indraloka (drum) ini sedikit naik ke permukaan.

Namun kali ini, Woodplane mencoba kembali ke akar mereka. Merilis single kedua dan kembali mengusung tema sosial seperti pada album sebelumnya, Woodplane menyuarakan akibat dari beberapa fenomena yang dirasa memang harus dibenarkan dan diteriakan. ‘Ruang Ambisi’ lagu yang masih dalam repertoire album kedua ini akan resmi dirilis pada Jumat (26/3) di platform digital.

“Ruang Ambisi” berbagai berita yang beredar di dunia maya mengenai pembungkaman, pembatasan ruang gerak, kebebas berekspresi di masyarakat, sabotase media sosial, UU ITE, tindakan represif kepolisian, perkara HAM dan respon pemerintah dalam menanggapi aspirasi masyarakat yang hanya dijawab dengan diam oleh pemerintah. Bahkan aksi dan demo yang direspon dengan gas air mata membuat woodplane kembali melontarkan kritik dalam singlenya kali ini. Sedari bulan Oktober hingga awal 2021 mereka terus melangsungkan rekaman lagu-lagu baru yang rencananya akan menjadi album pada tahun ini. Untuk bisa menyimak seperti apa update terbaru dari mereka bisa dilihat di instagram @woodplanemusic dan twitter @woodplanemusic.

Related post