VOJOMUSIC - Di saat Virus Corona Covid – 19 ini melanda dan membuat panic attack memukul semua industry perekonomian. Salah satu yang terkena dampak besar adalah industry musik. Dilansir oleh NME, Musisi di inggris mengalami kerugian sebesar £ 13,9 juta atau setara Rp 247 miliar (kurs 17.837) akibat pandemi virus.

Kerugian itu diketahui setelah The Musicians Unions mensurvey 4.100 anggotanya dan 90% mengatakan Virus Corona ini mempengaruhi pendapatan mereka. Di Australia sendiri Tokoh-tokoh besar industry musik Australia bahkan mengadakan pertemuan besar untuk membahas masalah besar yang diakibatkan Virus ini. Pembatalan ribuan acara konser musik yang sejauh ini mengalami kerugian sebesar 200 juta dollar AS, seperti yang dilansir oleh ABC. Di Amerika sendiri menurut majalah Rolling Stones mengatakan bahwa pembatalan sejumlah acara seperti SXSW, Coachella, konser Pearl Jam dan Madonna juga ikut menghancurkan industry musik di Amerika Serikat. Diprediksi kerugiannya mencapai 26 miliar dollar AS. Namun, beberapa sumber dari sector tersebut menolak menjelaskan secara rinci terkait dampaknya kepada majalah Rolling Stone. Kemudian gimana nasib konser atau Festival musik di Indonesia? Festival musik LaLaLa Fest 2020 yang juga ikut membatalkan jadwalnya. Hal tersebut diumumkan melalui akun Instagram resmi @lalala.fest. Penyelenggara juga akan mengembalikan uang tiket yang telah dibeli oleh calon penonton. Tidak hanya itu, berbagai macam acara gigs lokal yang merupakan tempat bertumbuhnya dan berkembangnya musisi lokal pun ikut mengalami penundaan.

Jadi gimana menurut kalian apakah kamu acara mu juga kena dampak?

Terus gimana kalian menyikapinya?