Move On dari Mantan, Yuk Lelang aja Barangnya

Salah satu pertanyaan yang paling susah dijawab setelah berakhirnya hubungan kekasih adalah “mau diapakan barang-barang pemberian mantan?”

Komunitas Dilarang Duduk, Surabaya Akhir Pekan, dan Vojo Music punya cara sendiri. Mengubahnya menjadi bermakna sosial.

BERTHA S. RAHAJENG

HODDIE milik Ahmad Syaid Evanda menjadi barang pertama yang dilelang di Bober Cafe pada 17 Februari lalu. Dibuka dengan nol rupiah, tawar-menawar itu berlangsung sengit.

Dari kejauhan ada yang menyebut Rp 5 ribu. Sahut-menyahut penawar harga makin ramai ketika sudah ada yang mengajukan harga pertama. “Ya gimana lagi, saya mah terserah mereka mau beli berapa,” katanya.

Dia mengaku tidak ambil pusing dan tidak peduli lagi dengan barang pemberian mantannya itu. “Saya aja udah lupa itu pemberian mantan keberapa,” ujarnya, disambung tawa.

Menurut dia, barang yang sudah diberikan menjadi hak sepenuhnya penerima. “Barang tetaplah barang,” katanya.

Saat hoodie-nya terjual Rp 35 ribu, dia sedikit sedih. Bukan karena menjadi hak milik orang lain, tapi lebih pada harga yang terbilang murah.

“Duh, yakin aku harganya seharusnya bisa lebih, tapi yo opo maneh. Namanya juga lelang,” ucapnya. Sebelumnya, dia memang berharap harganya jatuh di atas Rp 50 ribu.

Syaid tidak sendiri, malam itu ada pula Megan Irsaadi yang menjual hoodie-nya. Namun, dia sedikit bersedih. Pasalnya, hoodie tersebut merupakan barang dari mantan kesayangan.

“Ya sedih, tapi gak opo,” ujar pria 22 tahun itu.

Dia mengingat hoodie itu sebagai pemberian paling manis dari mantannya. “Duh, ngelu,” katanya yang tidak mau melanjutkan cerita.

Tak jauh dengan hoodie Syaid, hoodie Megan jatuh dengan harga ganjil, Rp 35.800. “Malah dagelan, arek-arek iku aneh-aneh,” ujar Ahmad Badaruzzaman, ketua penyelenggara.

Bukan hanya hoodie, ada pula yang menjual speaker. “Aku juga kaget ada peserta yang jual speaker,” kata Muhammad Fertino, penanggung jawab acara.

Dia bahkan ingin membeli speaker itu. Namun, niat tersebut diurungkan karena dia panitia. “Mosok beli barang di acara sendiri,” katanya, lantas terkikik. Speaker itu menjadi barang termahal. Terjual dengan harga Rp 50 ribu.

Acara lelang barang mantan itu ternyata merupakan rangkaian acara Rukun Gigs. Lelang tersebut terjadi setiap pergantian band.

“Waktu persiapan band tampil diselingi lelang. Jadi, nggak buang-buang waktu,” katanya.

Tidak jarang, lelang berlangsung lebih lama daripada perkiraan. “Karena ya belum deal, masih pada menawar harga,” jelasnya.

Hasil lelang yang diselenggarakan tiga komunitas itu kemudian disumbangkan ke panti asuhan. “Walau sedikit, niat kami menyumbang,” ujar Fertino.

Lelang tersebut juga mengajak anak-anak muda untuk berbagi. “Jangan sampai lupa terhadap sesama karena kita hidup berdampingan,” jelasnya.

Charity yang terbilang unik itu rencananya lebih digiatkan lagi. Sebab, acara charity yang formal justru jarang diikuti anak muda.

“Bukan karena apa, tapi mungkin membosankan,” ungkapnya. Fertino percaya bahwa acara yang tidak dilabeli sebagai penggalangan dana malah banyak diikuti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *